khabar.id,- Sistem Jaringan Simpul Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang yang terkoneksi setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mendukung pembangunan, berhasil masuk finaslis Bhumandala Awards 2020 Badan Informasi Geosfasial (BIG) Pemerintah Republik Indonesia (RI).

Untuk mendapat predikat terbaik penghargaan Simpul Jaringan kategori Simpul Jaringan Kota Terbaik di tahun 2020, Pemkot Palembang masih harus berkerja ekstra bersaing dengan tiga kota lainnya, yakni Manado, Bontang dan Jojyakarta.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan Kota Palembang Harrey Hadi mengatakan, Palembang dinilai pemerintah pusat sangat baik dan memenuhi setiap persyaratan.

“6 November mendatang akan di verifikasi oleh tim penilai dari BIG, melalui zoom meeting,” kata Harrey Hadi, Rabu (14/10/2020).

Penilaian yang dilakukan secara nasional setiap tahun ini, katanya, merupakan prestasi yang sangat membanggakan bagi Pemkot Palembang, simpul jaringan yang menyajikan peta tematik yang telah di input seluruh OPD di lingkungan Pemkot Palembang akan terlihat dalam satu jaringan, mulai tata letak wilayah setiap incinya di kota Palembang.

Dijelaskan Harrey, simpul jaringan berguna untuk mendukung dalam pembangunan di daerah, belum lama ini sesuai dengan percepatan pelaksanaan Peraturan Presiden No. 9 tahun 2016 tentang kebijakan satu peta, Peraturan Presiden No.27 tahun 2014 tentang Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN).
serta surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. 503/685a/SJ tahun 2018 tentang penyiapan infrastruktur dan jaringan untuk kebijakan satu peta bagi Pemerintah Daerah.

“Palembang jadi salah satu kota yanh mendapat apresiasi dari Badan Informasi Geospasial untuk ini,” katanya.

Untuk itu, demi kemajuan kota Palembang, ia juga berharap doa dan dukungan dari seluruh masyarakat. Sebab, geospasial kini jadi salah satu faktor dan acuan dalam pembangunan suatu wilayah.

Nah, untuk keperluan penilaian tahap selanjutnya, yang akan langsung dinilai BIG pihaknya akan melakukan verifikasi dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) yang akan dilaksanakan secara daring melalui aplikasi zoom.

Untuk itu, Pemkot Palembang akan mempersiapkan dengan matang untuk paparan nantinya, seperti presentasi dalam format PPT dan PDF dengan point – point paparan, proses pembangunan Simpul Jaringan, jumlah Unit Teknis / Direktorat / OPD yang berperan aktif dalam skema Simpul jaringan, pemanfaatan Simpul Jaringan didalam proses kegiatan dan pengambilan keputusan, rencana pengembangan dan strategi keberlanjutan Simpul Jaringan.

“Kita juga akan dimintai rekaman Video dengan durasi 5 – 10 menit yang berisi informasi tentang, Kondisi perangkat keras dan perangkat lunak yang ada di Simpul Jaringan, pernyataan dari Unit Produksi terkait proses penyelenggaraan IG dalam Simpul Jaringan,” tegasnya.

Tidak kalah pentingnya, pernyataan dari Unit pengelolaan dan penyebarluasan terkait proses penyelenggaraan IG dalam Simpul Jaringan, dan tayangan langsung kunjungan virtual (live video) ke Data center di Unit pengelolaan dan penyebarluasan serta fasilitas di Unit Produksi serta dokumen-dokumen pendukung lainnya (SOP, Juknis, Roadmap, Regulasi, Notulensi rapat, dll) yang terkait dengan Penyelenggaraan IG di Simpul Jaringan dalam format PDF.

Seperti diketahui, kata Harrey Palembang punya berbagai jenis tipe lingkungan. Mulai dari perairan, rawa dan padat. Harrey mencontohkan, nantinya lewat pencitraan satelit terpusat, semua akan nampak.

“Semisal di lahan rawa, yang terlihat dalam citra satelit, tentu akan jadi pertimbangan untuk tidak membangun dikawasan tersebut. Akan terlihat pula peta Daerah Aliran Sungai (DAS) dan sebagainya,” jelas Harrey.(ci)