Khabar.id – Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumsel, Sabtu (21/11/2020) bakal menggelar musyawarah daerah luar biasa (Musdalub) di Hotel Excelton Palembang. Musdalub ini rencananya bakal dihadiri 16 Ketua BPD HIPMI seluruh Indonesia.

 

Caretaker Ketum BPD HIPMI Sumsel, Kemas Alfarizi mengatakan agenda utama Musdalub tersebut yakni pemilihan Ketua Umum BPD Sumsel periode 2020-2023. Ini merupakan rangkaian kegiatan Musda yang telah disepakati dan direncanakan beberapa bulan lalu. “Poin kegiatan Musdalub pemilihan ketua umum HIPMI Sumsel yang baru serta program kerja yang akan dilaksanakan ke depannya,” kata Kemas saat dibincangi, kemarin (20/11).

 

Menurutnya, Musdalub akan dihadiri langsung oleh 16 Ketua Umum BPD HIPMI dari seluruh Indonesia, Gubernur Sumsel serta berbagai tamu undangan lainnya. “Pelaksanaan Musdalub di Sumsel bakal jadi role model HIPMI di seluruh Indonesia. Terlebih Sumsel pintu gerbang bagi pelaku usaha di Pulau Sumatera,” terangnya.

 

Ketua Steering Commite Caketum BPD HIPMI Sumsel 2020-2023, Nuril Anwar mengungkapkan setelah melakukan verifikasi dan melakukan tahapan penjaringan bakal calon ketua umum, terdapat hanya satu calon yaitu Hermansyah Mastari.

 

Ia menjelaskan, verifikasi berkas merupakan syarat mutlak bagi bakal calon ketua umum untuk melanjutkan ke tahapan selanjutnya. Apabila tak memenuhi syarat, maka sang kandidat bakal dinyatakan gugur.

 

Dengan ditetapkannya hanya satu calon ketua umum, maka Hermansyah Mastari bakal melenggang mulus menahkodai HIPMI Sumsel karena akan terpilih secara aklamasi.

 

“Yang berhak untuk mengikuti hanya Hermansyah, sedangkan Gianda Tifany tak bisa maju karena tidak menyelesaikan pemberkasan. Secara otomatis pada musdalub besok, Hermansah akan terpilih secara aklamasi,” ungkapnya.

 

Ketua Departemen Organisasi dan Musda BPP HIPMI, Jimmy Papilaya mengungkapkan pihaknya memastikan agenda Musdalub berjalan sesuai waktu yang direncanakan oleh BPP HIPMI.

 

Untuk peserta musdalub sendiri terdiri dari 17 pengurus BPC se-Sumsel yang terdiri dari 13 BPC berstatus peserta dan 4 BPC berstatus peninjau.

 

“Dari jumlah 17 BPC paling tidak tiga perempat pengurus dinyatakan sebagai peserta, maka musdalub bisa dijalankan. Dipastikan juga, musdalub yang digelar sifatnya final atau sah demi hukum,” tegasnya.

 

Jimmy juga menjelaskan Musdalub digelar setelah kepengurusan sebelumnya tidak menggelar Musyawarah Daerah (Musda) untuk pemilihan ketua Umum. Bahkan, tertundanya Musda membuat 12 BPC kabupaten/kota yang telah terpilih tak kunjung dilantik.

 

“Kesempatan sudah diberikan beberapa kali oleh BPP HIPMI. Sesuai dengan AD/ART organisasi, jika terjadi kevakuman di tingkat BPD HIPMI maka kepengurusan diambil oleh BPP HIPMI dengan menunjuk Caretaker. Sehingga Musdalub yang bakal digelar nanti sudah memenuhi berbagai tahapan yang tertuang dalam AD/ART,” pungkasnya. (kos)